Fasilitas Solver Pada Microsoft Excel

Solver merupakan salah satu fasilitas tambahan/optional yang disediakan oleh Microsoft Excel yang berfungsi untuk mencari nilai optimal suatu formula pada satu sel saja (yang biasa disebut ebagai sel target) pada worksheet/lembar kerja. Microsoft Excel Solver mengkombinasikan fungsi dari suatu Graphical User Interface (GUI), suatu algebraic modeling language seperti GAMS (Brooke, Kendrick, dan Meeraus 1992) atau AMPL (Fourer, Gay, and Kernighan 1993), dan optimizers untuk linier, nonlinear, dan integer program. Masing-masing fungsi ini terintegrasi ke dalam spreadsheet program.
Fitur ini diinstal secara tersendiri karena merupakan fasilitas tambahan/optional. Cara menambahkan pada MS Excel sangat mudah yaitu dengan langkah :

  • Masuk aplikasi MS Excel.
  • Pada menu tools, klik Add-Ins.
  • Jika fasilitas add-in yang diinginkan tidak terdapat pada box Add-Ins available, klik Browse dan cari lokasi fasilitas add-in.
  • Pada box Add-Ins available, selanjutnya pilih check box dari add-in yang ingin di-load. Kemudian klik ok.
  • Jika memungkinkan ikuti instruksi pada saat setup program.
  • Yang perlu diingat, pada saat penambahan fasilitas ini memerlukan master MS Office itu sendiri untuk proses penginstalan baik itu berupa CD master ataupun suatu folder tersendiri yang berii master yang dibutuhkan.

Solver merupakan bagian dari serangkaian perintah/command yang seringkali disebut what-if analysis tool. Fasilitas ini bekerja dengan sel-sel suatu grup yang saling terhubung, baik secara langsung ataupun tidak langsung (directly-inderectly), untuk formula pada sel target. Solver terdiri dari tiga bagian :

  1. Adjustable cells/sel pengatur
    Solver mengatur perubahan nilai pada sel yang spesifik, untuk memproduksi hasil perlu spesifikasi dari formula pada el target.
  2. Constrained cells/sel pembatas
    Constraint digunakan untuk membatasi nilai solver yang dapat digunakan pada suatu model tertentu dan constraint mengacu pada sel lain yang memperngaruhi formula pada sel target.
  3. Target cells/sel target
    Merupakan bagian solver sebagai tempat dimana hasil akhir pemrosesan/ekekusi suatu formula ditempatkan.

Solver digunakan untuk menentukan nilai maksimum dan minimum pada suatu sel dengan mengubah sel yang lain. Misal : mengubah jumlah biaya iklan pada proyek dan melihat pengaruh pada jumlah keuntungan/profit proyek.

Algoritma, Metode dan Penggunaan Solver
Tool Microsoft Excel Solver menggunakan kode-kode non-linear optimisasi Generalized Reduced Gradient (GRG2) yang dikembangkan oleh Leon Lasdon (Universitas Texas: Austin) dan Alln Waren (Cleveland State University). Sedangkan untuk linear dan permasalahan integer digunakan metode simplex dengan bound/batas variabel. Metode ini (branch and bound method) diimplementasikan oleh John Watson dan Dan Fylstra (Frontline Systems,Inc).
Seperti penjelasan di atas, solver dapat digunakan untuk mengatasi berbagai permasalahan linear programing maupun non-linear programing. Adapun cara-cara pendefinisian masalah dan langkah pemecahan masalah dengan menggunakan solver ini ialah :

  • Pada menu Tools, klik Solver.
  • Pada dialog box Solver Parameters, klik Options.

  • Pada dialog box Solver Options, set satu atau lebih pilihan yang disediakan :

a. Solusi waktu dan iterasi

# Pada Max Time box, tuliskan nomor dari waktu (dalam detik/second) yang diizinan untuk solusi waktu.
# Pada box Iterations, masukkan nomor maksimal dari iterasi yang diizinkan.

b. Degree of Precision

Pada Precision box, ketikkan derajat ketepatan (Degree of Precision) yang diinginkan, semakin kecil angka itu semakin tinggi ketapatan yang dihasilkan.

c. Integer Tolerance

Pada box Tolerance, ketik persentase error yang diizinkan pada saat mengeksekusi solusi.

d. Degree of Convergence

Pada Convergence box, ketik jumlah perubahan relatif yang diizinkan pada lima iterasi terakhir sebelum Solver berhenti dengan solusinya. Semakin kecil angka semakin sedikit perubahan relatif yang diizinkan.

  • Klik ok.
  • Pada Solver Parameter dialog box, klik Solve atau Close.

Troubleshoot Solver

Konsekuensi-konsekuensi ynag mungkin terjadi pada saat solver dijalankan ialah :

  • Solver berhenti sebelum solusi ditemukan.Sewaktu-waktu solver dapat berhenti sebelum menemukan solusi dari suatu permasalahan, dikarenakan beberapa sebab :

# Kita menyela proses pencarian solusi.

# Pemilihan Show Iteration Results pada Solver Options dialog box sebelum Solve diklik.

# Menekan Stop ketika langkah-langkah iterasi atau ketika waktu maksimum atau nomor iterasi dilakukan/dicapai.

# Pemilihan check box Assume Linear Model pada Solver Options dialog box, tetapi permasalahan ynag ingin ditemukan solusinya non-linear.

# Nilai pada Set Target Cell yang dispesifikasikan pada Solver Parameters dialog box bertambah atau berkurang tanpa nilai limit/batas.

# Mengizinkan solver memiliki waktu lebih untuk menemukan solusi. Mengatur Max Time atau Iterations setting pada Solver Options dialog box.

# Untuk permasalahan integer constraint, perlu menurunkan Tolerance setting pada Solver Options dialog box sehingga solver dapat menemukan solusi integer yang paling baik.

# Untuk permasalahan nonlinear, perlu menurunkan Convergence setting pada Solver Options dialog box menjaga pencarian solusi ketika nilai sel targer berubah sangat lambat.

# Perlu pemilihan Use Automatic Scaling check box pada Solver Options dialog box karena beberapa nilai input merupakan beberapa permintaan jarak pemisah atau nilai input dan output berbeda dengan beberapa permintaan jarak.

  • Jankauan/jarak yang berbeda pada adjustable cells, constraint atau target cells. Ketika tipe nilai dari adjustable cells, constraint atau target cellsI berbeda satu sama lain lebih sedikit dari permintaan jarak, pilih Use Automatic Scaling check box pada Solver Options dialog box. Untuk permasalahan nonlinear, sebelum klik Solve pada Solver Parameters dialog box, yakinkan bahwa nilai inisial dari adjustable cells merupakan permintaan jarak yang sama seperti yang diinginkan sebagai nilai final.
  • Tidak mendapatkan solusi yang diinginkan Untuk permasalahan nonlinear, hal ini dapat sangat membantu memulai nilai yang berbeda untuk adjustable cells, khususnya jika solver menemukan solusi yang jauh berbeda dari yang diharapkan. Kita juga dapat mereduksi waktu solusi dengan setting adjustable cells untuk yang dianggap mendekati optimal. Untuk permasalahan linear, nilai inisial pada adjustable cells tidak berpengaruh pad nilai akhir atau waktu solusi.
  • Solusi yang ditemukan solver berbeda dengan hasil sebelumnyaSolver menampilkan pesan : “Solver has converged to the current solution. All constraints are satisfied.” Perubahan relatif pada sel target kurang dari Convergence setting pada Solver Options dialog box untuk lima percobaan solusi terakhir. Jika tersedia nilai yang lebih kecil untuk Convergence setting, solver dapat mencoba untuk solusi lebih baik tetapi akan memakan banyak waktu.
  • Solver tidak dapat menjangkau solusi optimalDaftar pesan penyelesaian solusi yang ditampilkan oleh solver :

? Solver tidak dapat meningkatkan solusi saat ini. Semua constraint memuaskan.
? Berhenti memilih ketika batas waktu maksimum telah dicapai.
? Berhenti memilih ketika batas iterasi maksimum telah dicapai.
? Nilai Set Target Cell tidak didapat.
? Solver tidak dapat menemukan solusi yang memungkinkan.
? Solver berhenti karena permintaan pengguna.
? Kondisi untuk Assume linear model tidak memuaskan.
? Memori yang tersedia tidak cukup untuk menyelesaikan permaslahan.
? Bagian lain ari Microsoft Excel menggunakan ekstensi SOLVER.DLL
? Solver menemukan nilai error pada sel target atau constrint.

Penyelesaian Masalah Linear Programming

Sewaktu seorang user memeriksa model Linear, Microsoft Excel Solver menggunakan implementasi straightforward pada metode simplex dengan variabel yang dibulatkan untuk menemukan solusi yang optimal. Kode ini beroperasi secara langsung pada matriks koefisien linier programming (Jacobian), yang mana ditentukan menggunakan finite yang berbeda. Standard dari Excel Solver disimpan di dalam matriks penuh/lengkap, termasuk input nol, bagaimanapun tidak ada baris matriks yang diperlukan untuk batas variabel yang sederhana.
Linearity Test dan Related Pitfalls

Pertimbangan awa, Microsoft Excel Solver meminta pada user untuk menetapkan apakah model merupakan masalah linear, tetapi melakukan test numerical sederhana untuk memeriksa asumsi linearitas untuk pertimbangan. Test Linearitas ini memberikan dan menimbulkan Pitfalls unuk yang lain, terjadi lagi untuk model scaled. Sebelum Excel 97, Solver melakukan test ini setelah memperoleh suatu solusi menggunakan metode simplex.dan menggunakan solusi ini untuk nilai x* dan nilai inisial x° untuk variabel untuk memeriksa object dan masing-masing fungsi constarint fi(x), yang dievaluasi oleh recalculating spreadsheet, dan sesuai dengan kondisi berikut

Di sini Vfi(x°) adalah fungsi gradien, yaitu , baris yang sesuai dari koefisien matriks Linear Programming, dan tol adalah ketepatan harga didalam kotak dialog Solver option dengan nilai default .
Menyimpan Solusi dan Memproduksi Laporan Solver

Ketika salah satu Excel Solver optimizers mengembalikan sebuah solusi, Solver menempatkan nilai solusi kedalam variabel keputusan cell, recalculates spreadsheet, dan menampilkan hasil solver di kotak dialog.

Hasil Solver ditampilkan dalam kotak dialog setelah solver dihentikan.
Solver mengijinkan pada user untuk menyimpansolusi atau mengembalikan keharga aslinya dari variabel cell dan menghasilkan satu atau lebih banyak laporan Solver.

Dari kotak dialog ini, user dapat memilih untuk menyimpan suatu solusi yang optimal, atau menghapusnya dan mengembalikan nilai awal dari suatu variabel. Sebagai tambahan, user dapat memilih satu atau lebih laporan, yang mana Solver kemudian akan menghasilkan dalam bentuk worksheet tambahan yang dimasukkan kedalam workbook terakhir.
Diasumsikan bahwa user (Visual Basic Control Programming the Solver) memutuskan untuk menyimpan solusi, Solver membaharui semua tentang hasil model yang sewajarnya, mencakup object, constraint, dan alat bantu kalkulasi yang lain yang bergantung pada variabel keputusan. Seseorang dapat menggunakan nilai model ini untuk menggambar tabel dan grapik, membaharui database external, dan menggunakan fasilitas excel yang standar. Program Visual Basic mungkin juga memeriksa nilai-nilai dan mungkin memanipulasinya atau menyimpannya untuk digunakan kemudian. Sebagai contoh, yang gampang untuk latihan di ruang kelas untuk menggenerate dan menghasilkan grafik yaitu pembatasan yang efisien pada portfolio optimization dalam masalah keuangan.

Satu Tanggapan

  1. Pertamx…, nice gan…
    . sangat membantu sekali…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: